Skip to main content

Resume Kolaborasi Internasional: UNUSA dan UNICEF Bersama QANTAS Australia Pantau Program Anak di Puskesmas dan Sekolah


                  Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan UNICEF mengadakan kegiatan peninjauan dan penyuluhan tentang pertumbuhan anak di Posko Siaga Kusuma Jaya 07, Puskesmas Pucangan, dan SDN Kertajaya IV, Surabaya. Kegiatan ini bagian dari program kolaboratif untuk mencegah stunting dan obesitas anak tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui edukasi masif, dukungan keluarga, dan kolaborasi multi-pihak, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.

Unusa berpartisipasi aktif dalam penyuluhan perkembangan anak, dengan dosennya, Ibu Pratiwi, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia 0-5 tahun, yang merupakan masa emas tumbuh kembang anak. Kekurangan atau kelebihan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, tinggi, berat badan, dan metabolisme anak. Orang tua diimbau memahami kandungan gizi dalam makanan, mengatur jadwal makan, dan memastikan keseimbangan asupan nutrisi. Penyuluhan ini mencerminkan komitmen Unusa dalam pengabdian masyarakat di bidang kesehatan dan gizi. Kegiatan ini juga dihadiri delapan tamu dari QANTAS Airways, maskapai penerbangan nasional Australia yang selama ini menjadi mitra UNICEF, untuk melihat dampak program dan memperkuat komitmen terhadap tumbuh kembang anak di Indonesia.

Delegasi QANTAS mengamati langsung kegiatan di Surabaya, termasuk pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pengukuran tinggi dan berat badan anak, serta penyuluhan oleh kader dan tenaga kesehatan. Mereka menyaksikan sinergi antara tenaga medis, relawan, pemerintah daerah, dan Unusa. Ben Weatherley dari QANTAS mengapresiasi upaya komunitas dan kolaborasi lintas sektor, berharap program ini berlanjut dan diperluas. Kegiatan ini menunjukkan dampak besar kolaborasi antara Unusa, UNICEF, pemerintah, dan swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak.


Referensi: Kolaborasi Internasional: UNUSA dan UNICEF Bersama QANTAS Australia Pantau Program Anak di Puskesmas dan Sekolah

Lihat juga blog teman saya: Magda

Comments

Popular posts from this blog

"Mengapa Memilih Prodi D3 Keperawatan?"

       Saya memilih D3 Keperawatan karena dari SMK saya memiliki ketertarikan yang besar dibidang kesehatan. Didunia kesehatan perawat juga memberikan kesempatan kita untuk memberikan perawatan langsung kepada pasien, yang menurut saya perawat adalah tugas yang sangat mulia. Menurut saya profesi perawat bukan sekedar pekerjaan, tetapi suatu wujud pengabdian terhadap masyarakat. Dengan memilih D3 Keperawatan, saya ingin menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang dapat membuat invosi baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.     Selain itu saya juga memiliki alasan yang lain, yaitu D3 Keperawatan memiliki jangka waktu pendidikan yang praktis dan berfokus pada keterampilan. Berbeda dengan yang lain mungkin lebih fokus ke teori, sedangkan D3 Keperawatan menggabungkan teori dengan praktik langsung. Sehingga nantinya saya lebih cepat siap bekerja, karena didunia kerja banyak sekali yang membutuhkan tenaga perawat yang kompeten dan tanggap.   ...

"Resume Materi PKKMB Day 2"

Pemateri: Pak Ainun Najib Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri Topik: "Perguruan Tinggi di Era dDgital dan Revolusi Industri"      Kehadiran AI dapat diibaratkan seperti ditemukannya listrik dalam kehidupan manusia. Meski AI sangat canggih, kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemanusiaan. Rasa kemanusiaan dan empati adalah sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh AI, karena AI tidak memiliki jiwa kemanusiaan. AI hanya meniru apa yang sudah dipelajarinya tanpa memiliki perasaan sejati. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan kreatif dan rasa kemanusiaan yang tinggi.      Saat ini, misalnya di Amazon e-commerce, penggunaan robot sudah mencapai 100%. Mobil self-driving sudah mulai beroperasi di jalanan, seperti Uber. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari bidang yang minim kreativitas dan nilai kemanusiaan. Kuadran kiri atas adalah area di mana kreativitas dan empati sangat dibutuhkan, t...