Skip to main content

"Mengapa Memilih Prodi D3 Keperawatan?"

     Saya memilih D3 Keperawatan karena dari SMK saya memiliki ketertarikan yang besar dibidang kesehatan. Didunia kesehatan perawat juga memberikan kesempatan kita untuk memberikan perawatan langsung kepada pasien, yang menurut saya perawat adalah tugas yang sangat mulia. Menurut saya profesi perawat bukan sekedar pekerjaan, tetapi suatu wujud pengabdian terhadap masyarakat. Dengan memilih D3 Keperawatan, saya ingin menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang dapat membuat invosi baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.


    Selain itu saya juga memiliki alasan yang lain, yaitu D3 Keperawatan memiliki jangka waktu pendidikan yang praktis dan berfokus pada keterampilan. Berbeda dengan yang lain mungkin lebih fokus ke teori, sedangkan D3 Keperawatan menggabungkan teori dengan praktik langsung. Sehingga nantinya saya lebih cepat siap bekerja, karena didunia kerja banyak sekali yang membutuhkan tenaga perawat yang kompeten dan tanggap.


    Selain itu, prospek kerja lulusan D3 Keperawatan menurut saya sangat menjanjikan. Tenaga perawat juga banyak dibutuhkan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ada banyak peluang kerja dirumah sakit negeri maupun swasta dan klinik. Dengan memilih D3 Keperawatan, saya memiliki peluang untuk membangun masa depan kesehatan masyarakat agar lebih baik lagi.


    Selanjutnya, saya memilih D3 Keperawatan karena durasi pendidikannya yang relatif singkat tetapi masih memberikan bekal yang memadai didunia kerja. D3 Keperawatan juga memberikan fleksibilitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti S1 Keperawatan dan Profesi untuk memperdalam lagi ilmu Keperawatan. Pendidikan D3 Keperawatan memiliki waktu yang singkat dan kualitas pendidikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. 


    Minat saya pada Keperawatan semakin kuat ketika saya masih duduk dibangku SMK Farmasi Surabaya. Saat itu saya melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dirumah sakit melihat langsung bagaimana perawat dengan penuh kesabaran dalam merawat pasien. Interaksi perawat kepada pasien yang penuh empati dan kemampuan meyakinkan pasien pasti bisa sembuh membuat saya kagum. Pengalaman ini memperkuat tekad saya untuk melanjutkan pendidikan dijurusan Keperawatan, karena saya ingin menjadi sosok yang tidak hanya memberikan perawatan, tetapi juga dukungan emosional kepada pasien.


    Terakhir, saya memilih D3 Keperawatan karena saya ingin menjadi bagian dari tenaga medis yang selalu memberikan solusi dan menghadapi tantangan kesehatan dimasyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan membuat inovasi baru didunia kesehatan. Saya ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang profesional dan penuh dedikasi. Dengan menempuh pendidikan D3 Keperawatan di Universitas Nahdhatul Ulama (Unusa) Surabaya saya merasa sedang melangkah menuju cita-cjta untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Lihat juga blog teman saya: Dewi Liftiatun Nisa

Comments

Popular posts from this blog

Resume Kolaborasi Internasional: UNUSA dan UNICEF Bersama QANTAS Australia Pantau Program Anak di Puskesmas dan Sekolah

                   Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) dan UNICEF mengadakan kegiatan peninjauan dan penyuluhan tentang pertumbuhan anak di Posko Siaga Kusuma Jaya 07, Puskesmas Pucangan, dan SDN Kertajaya IV, Surabaya. Kegiatan ini bagian dari program kolaboratif untuk mencegah stunting dan obesitas anak tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui edukasi masif, dukungan keluarga, dan kolaborasi multi-pihak, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Unusa berpartisipasi aktif dalam penyuluhan perkembangan anak, dengan dosennya, Ibu Pratiwi, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia 0-5 tahun, yang merupakan masa emas tumbuh kembang anak. Kekurangan atau kelebihan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, tinggi, berat badan, dan metabolisme anak. Orang tua diimbau memahami kandungan gizi dalam makanan, mengatur jadwal makan, dan memastikan ke...

"Resume Materi PKKMB Day 2"

Pemateri: Pak Ainun Najib Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri Topik: "Perguruan Tinggi di Era dDgital dan Revolusi Industri"      Kehadiran AI dapat diibaratkan seperti ditemukannya listrik dalam kehidupan manusia. Meski AI sangat canggih, kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemanusiaan. Rasa kemanusiaan dan empati adalah sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh AI, karena AI tidak memiliki jiwa kemanusiaan. AI hanya meniru apa yang sudah dipelajarinya tanpa memiliki perasaan sejati. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan kreatif dan rasa kemanusiaan yang tinggi.      Saat ini, misalnya di Amazon e-commerce, penggunaan robot sudah mencapai 100%. Mobil self-driving sudah mulai beroperasi di jalanan, seperti Uber. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari bidang yang minim kreativitas dan nilai kemanusiaan. Kuadran kiri atas adalah area di mana kreativitas dan empati sangat dibutuhkan, t...