Skip to main content

"Resume Materi PKKMB Day 2"

Pemateri: Pak Ainun Najib Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri

Topik: "Perguruan Tinggi di Era dDgital dan Revolusi Industri"

    Kehadiran AI dapat diibaratkan seperti ditemukannya listrik dalam kehidupan manusia. Meski AI sangat canggih, kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemanusiaan. Rasa kemanusiaan dan empati adalah sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh AI, karena AI tidak memiliki jiwa kemanusiaan. AI hanya meniru apa yang sudah dipelajarinya tanpa memiliki perasaan sejati. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan kreatif dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

    Saat ini, misalnya di Amazon e-commerce, penggunaan robot sudah mencapai 100%. Mobil self-driving sudah mulai beroperasi di jalanan, seperti Uber. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari bidang yang minim kreativitas dan nilai kemanusiaan. Kuadran kiri atas adalah area di mana kreativitas dan empati sangat dibutuhkan, termasuk di dalamnya pendidikan dan kesehatan yang masih relevan di kuadran tersebut. Bidang ini harus bisa merespons secara cerdik, kreatif, dan selalu didasarkan pada nilai kemanusiaan.

    Seiring perkembangan zaman, selama kita menjalani bidang yang memiliki nilai kemanusiaan dan berfikir kritis, maka pekerjaan tersebut tidak akan tergantikan AI. Jangan hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mengendalikan arah penggunaannya. Dampak AI adalah perubahan era yang bergeser menuju pola pikir yang kreatif melalui kolaborasi antara manusia dan AI.

Prinsip-prinsip dalam menggunakan AI dan teknologi adalah sebagai berikut:  

1. Adab                     : Akhlak digital dalam bertanya

2. Amanah data        : Jaga data pribadi, minimalkan PII

3. Akurasi                 : Verifikasi sumber, terutaman dunia kesehatan

4. Akses                    : Teknologi harus memudahkan, bukan meminggirkan 

5. Akuntabilitas        : Catat dimana AI membantu dan batasnya


Pemateri: Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA

Topik:"2. Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi"

Ada beberapa pengertian KORUPSI:

  • Menggunakan, fasilitas, kewenangan, keuangan rakyat untuk kepentingan Peribadi, keluarga, kelompok, parpol nya;
  • Asumsi bagi karuptor Jabatan, Kekuasaan dan Keuangan Negara adalah kesempatan untuk sewenang-wenang;
  • Asumsi bagi Rekan, saudara dan kawan yang menjabat adalah pintu untuk mendapat pengutamaan;
  • Minta bantuan terdistorsi minta didahulukan, minta untuk tidak laksanakan aturan atau bahkan dilanggar.

Cara mengenali korupsi agar dapat dihindari:
  • Pelanggaran hukum yang menyebabkan kerugian negara.
  • Suap-menyuap untuk mendapatkan keuntungan dari perbuatan yang salah.
  • Pemerasan, misalnya ketika proses pengajuan izin tidak kunjung selesai.
  • Perbuatan curang demi mendapatkan uang.
  • Konflik kepentingan.
Dampak Korupsi:
  • Merusak kepemimpinan yang telah dibangun.
  • Menghancurkan sistem hukum.
  • Merusak lingkungan.
  • Mengganggu pasar dan menurunkan efisiensi ekonomi.
  • Melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
  • Memicu kejahatan lain seperti pencucian uang.
  • Ketidakamanan dan ketidakjujuran dalam pemerintahan akibat korupsi menyebabkan penindasan terhadap rakyat. Keadilan menjadi komoditas yang dapat diperjualbelikan.

Pemateri: Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes
Topik: "Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan Perwujudan Indonesia Emas"

    K3L adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan. Ini merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dan holistik dalam mengelola risiko di tempat kerja dan lingkungan sekitarnya.

Tujuan penerapan K3L:
  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
  •  Melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan.
  • Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. 4. Mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
  • Menjadi pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Prinsip Penerapan K3 Lingkungan:

  • Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan.
  • Kepatuhan regulasi: UU K3, UU Lingkungan, dan PP No. 50/2012 tentang SMK3.
  • Inovasi teknologi hijau dan ramah lingkungan.
  • Penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan
  • Partisipasi semua pihak: pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat.
Kenali Potensi Bahaya dan Kendalikan Resiko

    Kerusakan apabila tidak segala sesuatu yang berkemungkinan menimbulkan kerugian, cedera, penyakit sumber risiko yang bisa menyebabkan kecelakaan ata la terjad manusia, lingkungan.
  • Fisika; kebisingan, radiasi, getaran, suhu eks
  • Kimia: paparan bahan beracun, mudah terbakar, atau korosif
  • Biologi: bakteri, virus, jamur, parasit.
  • Mekanik: mesin dengan bagian bergerak, alat tajam, kendaraan.
  • Psikososial: stres kerja, beban kerja berlebih, konflik interpersonal


Comments

Popular posts from this blog

"Mengapa Memilih Prodi D3 Keperawatan?"

       Saya memilih D3 Keperawatan karena dari SMK saya memiliki ketertarikan yang besar dibidang kesehatan. Didunia kesehatan perawat juga memberikan kesempatan kita untuk memberikan perawatan langsung kepada pasien, yang menurut saya perawat adalah tugas yang sangat mulia. Menurut saya profesi perawat bukan sekedar pekerjaan, tetapi suatu wujud pengabdian terhadap masyarakat. Dengan memilih D3 Keperawatan, saya ingin menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang dapat membuat invosi baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.     Selain itu saya juga memiliki alasan yang lain, yaitu D3 Keperawatan memiliki jangka waktu pendidikan yang praktis dan berfokus pada keterampilan. Berbeda dengan yang lain mungkin lebih fokus ke teori, sedangkan D3 Keperawatan menggabungkan teori dengan praktik langsung. Sehingga nantinya saya lebih cepat siap bekerja, karena didunia kerja banyak sekali yang membutuhkan tenaga perawat yang kompeten dan tanggap.   ...

Resume Kolaborasi Internasional: UNUSA dan UNICEF Bersama QANTAS Australia Pantau Program Anak di Puskesmas dan Sekolah

                   Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) dan UNICEF mengadakan kegiatan peninjauan dan penyuluhan tentang pertumbuhan anak di Posko Siaga Kusuma Jaya 07, Puskesmas Pucangan, dan SDN Kertajaya IV, Surabaya. Kegiatan ini bagian dari program kolaboratif untuk mencegah stunting dan obesitas anak tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui edukasi masif, dukungan keluarga, dan kolaborasi multi-pihak, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Unusa berpartisipasi aktif dalam penyuluhan perkembangan anak, dengan dosennya, Ibu Pratiwi, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia 0-5 tahun, yang merupakan masa emas tumbuh kembang anak. Kekurangan atau kelebihan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, tinggi, berat badan, dan metabolisme anak. Orang tua diimbau memahami kandungan gizi dalam makanan, mengatur jadwal makan, dan memastikan ke...