Skip to main content

"Resume Materi PKKMB Day 1"

Pemateri 2: Erisandy Yudhistira

Topik: "Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa"

        Aset yang paling penting itu adalah masing masing indivudu tersebut. Calon muda seperti kita harus mulai bisa mengukur potensi diri kita. Kita juga harus memahami potensi diri kita agar bisa menemukan diri kita yang hebat dan kuat. Sumber pendapatan di Indonesia mereka dapatkan dari hasil bergantung pada anak atau menantunya. 80% warga Indonesia mengantungkan kepada anaknya, padahal masih ada sumber lain untuk mendapatkannya. Bahwa kita akan menghadapi kurang lebih 240 bulan tidak ada pendapatan yang pasti, umur harapan hidup di indonesia max smpai 70 tahun. Diusia 0-23 tahun biasanya masih bergantungan finansial kepeda orang tua. Usia 23-35 ini pembelajarn finansial, nnti kebutuhan primer dan sekunder akan lebih naik lagi. Diusia yang produktif ini diharapankan untuk mengelola keuangan lebih bijak lagi. Maksimal usia 40 tahun sudah memiliki perencaan uang yang lebih baik lagi. Saat ini ada waktu yang terbaik untuk pengatur keuangan. Kita mendapatkan gaji pertama pastikan beli kebutuhan yang bersifat konsumtif dan jangan utumakan kebutuhan sekunder terlebih dahulu sisa nya untuk investasi. Memang menabung tidak buat kaya, tetapi tanpa menabung bagimana bisa kaya. 

Langkah-langkah untuk memulai investasu, sebagai berikut:

1. Tentukan Tujuan Investasi

2. Jangka Waktu

3. Profil Resiko

4. Alokasi Investasi

5. Tinjauan Periodik

    Pengelolaan Dana Keuangan (Jika tidak memiliki hutang) 25% Dana Darurat, 45% Kebutuhan, 10% Kebutuhan, dan Investasi 20%. Jenis Hutang dibagi menjadi 2, yaitu kredit konsumtif dan Produktif.


Pemateri 4: Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes.

 Topik: "Strategi Memumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik"

    Berpikir kritis adalah suatu kemampuan seorang individu yang memiliki kemampuan menganalisis informasi secara objektif. Berikut ini strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis

1. Mengembangkan rasa ingin tau

    Biasakan mengajukan pertanyaan "mengapa?" dan "bagaimana", dan jangan menerima informasi begitu saja, biasakan untuk menyelidiki akar permasalahnya.

2. Menganalisis dari berbagai Perspektif:

    Mencari pendapat dari berbagai sudut pandang, mempertimbangkan solusi sebelum mengambil suatu keputusan, dan hindari cara berpikir tunggal

3. Gunakan Kerangka Kerja untuk Menyelesikan Suatu Masalah

Seperti metode PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan menerapkan anlisis SWOT

4. Waspadai Bias Kognitif

    Kenali bias seperti bias konfimasi, bias anchor, dan ketersediaan. Libatkan orang lain dalam pengambilan keputusan untuk mendapat perspektif yang berbeda. Libatkan orang lain juga dalam pengambilan keputusan.

5. Belajar Secara Terus Menerus

    Baca informasi dari berbagai sumber informasi, ikuti pelatihan atau kursus tentang berpikir secara kritis dan pemecahan suatu masalah.

    Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.


Pemateri 5: Hari Prianto, S.E

Topik: "Mahasiswa Bebas Narkoba menuju Generasi Sukses yang Rahmatan lil "Alamin"

    Narkoba adalah singkatan dari Psikotropika dan Bahan Adiktif Lainnya atau biasanya disebut zat atau obat yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, dan bisa menyebabkan kecanduan. Biasanya disebut dengan NAPZA. 

 Tujuan UU NO.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika:

1. Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan pelanyanan kesehatan dan/atau pengembangan IPTEK;

2. Mencegah, melindung menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkotika;

3. Memberantas peredaan gelap narkotika dan prekursor narkotika;

4. Menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna dan pecandu narkotika.


Ciri-ciri Adiksi Narkoba:

1. Munculnya keadaan putus zat;

2. Kesulitan mengendalikan penggunaan;

3. Meningkatnya dosis dar frekuensi penggunaan untuk mencapai efek yang sama;

4. Lebih memprioritaskan pada penggunaan daripada aktivitas atau kewajiban lainnya;

5. Keinginan kuat untuk menggunakan.


Hal-hal yang dapat menyebabkan Adiksi:

Faktor Internal:

1. Ketahanan Diri

2. Usia

3. Rasa ingin tahu

4. Gangguan psikologis

Faktor Eksternal:

1. Lingkungan (rumah, sekolah, kerja)

2. Ajakan teman

3. Kemudahan memperoleh Narkoba


Comments

Popular posts from this blog

"Mengapa Memilih Prodi D3 Keperawatan?"

       Saya memilih D3 Keperawatan karena dari SMK saya memiliki ketertarikan yang besar dibidang kesehatan. Didunia kesehatan perawat juga memberikan kesempatan kita untuk memberikan perawatan langsung kepada pasien, yang menurut saya perawat adalah tugas yang sangat mulia. Menurut saya profesi perawat bukan sekedar pekerjaan, tetapi suatu wujud pengabdian terhadap masyarakat. Dengan memilih D3 Keperawatan, saya ingin menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang dapat membuat invosi baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.     Selain itu saya juga memiliki alasan yang lain, yaitu D3 Keperawatan memiliki jangka waktu pendidikan yang praktis dan berfokus pada keterampilan. Berbeda dengan yang lain mungkin lebih fokus ke teori, sedangkan D3 Keperawatan menggabungkan teori dengan praktik langsung. Sehingga nantinya saya lebih cepat siap bekerja, karena didunia kerja banyak sekali yang membutuhkan tenaga perawat yang kompeten dan tanggap.   ...

Resume Kolaborasi Internasional: UNUSA dan UNICEF Bersama QANTAS Australia Pantau Program Anak di Puskesmas dan Sekolah

                   Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) dan UNICEF mengadakan kegiatan peninjauan dan penyuluhan tentang pertumbuhan anak di Posko Siaga Kusuma Jaya 07, Puskesmas Pucangan, dan SDN Kertajaya IV, Surabaya. Kegiatan ini bagian dari program kolaboratif untuk mencegah stunting dan obesitas anak tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui edukasi masif, dukungan keluarga, dan kolaborasi multi-pihak, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Unusa berpartisipasi aktif dalam penyuluhan perkembangan anak, dengan dosennya, Ibu Pratiwi, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia 0-5 tahun, yang merupakan masa emas tumbuh kembang anak. Kekurangan atau kelebihan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, tinggi, berat badan, dan metabolisme anak. Orang tua diimbau memahami kandungan gizi dalam makanan, mengatur jadwal makan, dan memastikan ke...

"Resume Materi PKKMB Day 2"

Pemateri: Pak Ainun Najib Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri Topik: "Perguruan Tinggi di Era dDgital dan Revolusi Industri"      Kehadiran AI dapat diibaratkan seperti ditemukannya listrik dalam kehidupan manusia. Meski AI sangat canggih, kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah kemampuan berpikir kreatif dan kemanusiaan. Rasa kemanusiaan dan empati adalah sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh AI, karena AI tidak memiliki jiwa kemanusiaan. AI hanya meniru apa yang sudah dipelajarinya tanpa memiliki perasaan sejati. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan kreatif dan rasa kemanusiaan yang tinggi.      Saat ini, misalnya di Amazon e-commerce, penggunaan robot sudah mencapai 100%. Mobil self-driving sudah mulai beroperasi di jalanan, seperti Uber. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari bidang yang minim kreativitas dan nilai kemanusiaan. Kuadran kiri atas adalah area di mana kreativitas dan empati sangat dibutuhkan, t...